Oh Asisten Apoteker . . .

Sumber gambar : google

Tanggal 5 Juni kemarin kami para siswa/i dari beberapa SMK Farmasi di Kota dan Kabupaten Bandung melaksanakan proses pengambilan sumpah keprofesian dan pelantikan asisten apoteker di Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung. Seneng, bahagia, sedih, feeling guilty, bangga, tegang, deg-degan, lega wah pokoknya campur aduk bangetlah. Senengnya ya Alhamdulillah setelah melewati proses yang panjang & melelahkan (baca : perjuangan UPK) yang subhanallah sesuatu banget akhirnya kami dilantik juga. Kalau sedihnya ya inget aja dulu kan yang menyarankan saya masuk sekolah farmasi ibu saya. Dulu beliau ingin sekali punya anak yang terjun di bidang kesehatan supaya bisa nolongin orang katanya. Sekarang ketika saya lulus beliau tak ada di samping saya. Sedih sekali rasanya ketika kita berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi namun saat menuai hasilnya kita tak dapat menikmatinya bersama mereka. Saya membayangkan seandainya beliau masih hidup kira-kira apa yang akan beliau katakan banggakah? bahagiakah?

Ah sudahlah saya tak ingin terlalu banyak berandai-andai. Terlalu banyak berangan-angan dan mengeluh adalah bagian dari kekufuran. Masih ada banyak hal lain yang jauh lebih penting untuk dilakukan dan waktu kita terbatas. Dan masih banyak sekali cita-cita dan mimpi yang belum saya raih. Hari ini saya mengemban tanggung jawab baru sebagai Asisten Apoteker. Berat memang. Tapi toh dulu orang tua saya telah merelakan anaknya untuk mengemban tanggung jawab itu. Mereka percaya bahwa anaknya pasti bisa mengemban amanah itu. Sungguh hari ini mungkin akan menjadi sejarah setidaknya bagi diri saya bahwa hari ini saya mengemban sebuah tanggung jawab baru untuk menjadi bagian dari tenaga teknis kefarmasian yang bertugas untuk melayani masyarakat.

Tidak hanya itu bahkan saya ditunjuk untuk mewakili siswa kelas XII untuk memberikan sambutan di depan lebih dari 500 orang. Grogi? Pasti ! Tegang? Jangan ditanya. Awalnya saya bertanya-tanya kenapa harus saya sih yang ditunjuk dari sekian ratus siswa untuk memberikan sambutan di depan para wisudawan, Kepala Sekolah, guru bahkan orang tua. Sebelum disilahkan untuk naik ke podium badan saya panas dingin apalagi ketika MC dengan lantang menyebutkan nama saya. Hati saya nggak karuan dan pikiran saya dipenuhi oleh hal-hal buruk seperti bagaimana kalau ketika berjalan menuju podium kaki saya tersandung lalu jatuh dan ditertawakan banyak orang, tiba-tiba nge-blank dan tidak tahu harus berbicara apa atau bahkan pingsan pasti saya akan mempermalukan nama baik sekolah dan mengecewakan banyak orang. Saya berjalan menuju podium seraya berdoa sambil berusaha menyakinkan diri saya bahwa saya pasti bisa. Allah pasti akan menolong saya.

Podium itu berada di pinggir panggung agak menyerong ke kanan menghadap ke depan kursi para tamu VIP. Setibanya di podium saya melihat banyak sekali mata yang menatap ke arah saya. Guru, teman, Kepala Sekolah, orang tua murid semuanya melihat ke arah saya. Nyali saya ciut seketika. Saking nervousnya ketika awal-awal berdiri di podium saya sampai lupa tidak mengucapkan salam pembuka seperti : "Kepada yang terhormat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat . . . " dst haha *parah*. Saya baru ingat ketika saya sudah mau masuk ke ucapan terima kasih karena sudah kadung ya sudah saya teruskan saja daripada lupa hehe. Untungnya saat itu Kepala Dinas Kesehatannya belum datang hehe. Pertama saya ucapkan salam lalu berdoa agar diberikan ketenangan dan kelancaran dilanjutkan dengan muqaddimah, ucapan terima kasih kepada teman-teman seperjuangan, guru, orang tua sedikit nasihat dan diakhiri dengan kalimat : "And the last I would like to say Without you all We're nothing !" lalu salam. Ditengah-tengah pidato saya sempat lupa dan sedikit lihat kerpekan untungnya lupa itu tidak menjangkiti saya terlalu lama. Usai turun dari podium terdengar gemuruh suara tepuk tangan yang menggema. Alhamdulillah Allah berkenan membantu saya.

Setelah sambutan dari perwakilan siswa acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat, pengambilan sumpah dan pelantikan. Acara berlangsung dengan lancar. Usai pengambilan sumpah dan pelantikan Ibu dr. Hj. Elma Lusiyati, M.Kes M.Si M.HKes *duh panjang bener gelarnya* selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memberikan sambutan sekaligus pesan kepada kami asisten apoteker baru agar melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya karena sumpah ini tidak hanya disaksikan oleh manusia (diri sendiri, orang tua, guru dll) tetapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang selalu melihat dan mengawasi kita kapan pun dan dimana pun kita berada *ngeri juga ya*

Jam menunjukkan pukul 11.50 ketika acara resmi dibubarkan. Selanjutnya adalah acara bebas yang dimanfaatkan oleh para wisudawan untuk berfoto ria bersama keluarga, guru dan teman. Saya yang kurang suka bernarsis-narsis ria hanya berfoto beberapa kali saja itu pun karena dipaksa. Sekitar pukul 12.20 saya diantar pulang sama teh Sasha. Saya jadi ingat nasihat yang diucapkan Paman Ben untuk sang Spiderman sebelum meninggal "With more power, comes more responsibility". Artinya dengan semakin banyaknya kekuatan, kelebihan, kehebatan dan kemampuan yang kita miliki semakin banyak pula tanggung jawab yang melekat pada diri kita. Oleh karena itu pergunakan kemampuan atau kelebihan yang kita miliki karena suatu hari nanti semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban. Apapun yang kita lakukan di dunia ini sesungguhnya akan dipertanggungjawabkan kelak.

Komentar

  1. ka Kalo ujian UPK itu resepnya susah ga ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya makasih ya udah mau berkunjung ke blog ini. Maaf jarang update hehe. Hmm sebenernya nggak susah kok asal banyak latihan dan teliti ketika mengerjakan resep. Pokoknya harus tenang jangan tegang. Nanti Insya Allah saya posting tentang UPK yaa ^^

      Hapus

Poskan Komentar

Kasih komentar dong biar nggak terlalu sepi hehe

Pos populer dari blog ini

Jurnal Resep yang Sering Keluar di UPK

Resep yang sering keluar di UPK