Keliling Dunia dengan Kartu Pos

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Postcard koleksi pribadi hehe
Berbeda dari postingan sebelum-sebelumnya yang agak serius kali ini saya mau share tentang salah satu hobi baru saya yaitu Postcrossing ! Simpelnya postcrossing itu sebuah proyek dimana kita bakal dikirimin kartu pos random dari berbagai negara di seluruh dunia. Siapa yang ngirimnya dan dari negara mana kita nggak pernah tahu. Jadi surprise gitu deh asyik kan? Tapi syaratnya sebelum kalian dikirim kartu pos kalian harus terlebih dahulu mengirim kartu pos. Kalau mau gabung silahkan klik Postcrossing. Sebenernya saya udah menggeluti dunia per-postcrossingan selama setahun hehe. Cuma belum sempet diposting di blog hehe.

Saya agak lupa juga sih gimana ceritanya bisa gabung di dunia per-postcrossing-an yang jelas dari kecil saya suka banget kalau ayah saya dulu dikirimi surat dari nenek saya yang tinggal di Lamongan. Dulu telepon masih jarang jadi kalau ada  apa-apa ya ngabarinnya pake surat dong! Saya suka excited sendiri kalau lihat tulisan sambung mbah saya hehe. Tulisannya mlungker-mlungker kadang saya nggak bisa baca. Yah tipikal tulisan orang-orang zaman dulu lah tulisan sambung miring-miring gitu :)

Awal perkenalan saya dengan kartu pos sepertinya dimulai ketika SD. Waktu itu temen TPA saya lagi bagi-bagi selembar kertas yang bertuliskan "Kartu Pos".  Saya yang masih lugu & polos saat itu nggak ngerti ini kertas fungsinya buat apa. Waktu itu saya nanya ini apa? Temen saya cuma jawab kartu pos gitu doang tanpa penjelasan apa-apa. Cara ngirimnya gimana trus buat apa saya sama sekali nggak paham. Saya cuma mikir "Emang kartu posnya masih bisa dipake ya?" haha. Habis kartu posnya warnanya krem kecokelatan dan nampaknya sudah "uzur" atau memang warnanya seperti itu ya? Entahlah wallahu a'lam

Zaman saya SD tahun 2000-an handphone udah mulai booming sih jadi saya kira komunikasi via surat-menyurat udah mulai ditinggalkan. Ngapain kirim surat yang nyampenya berhari-hari atau berminggu-minggu lha wong dengan SMS-an aja kita bisa dapet balesannya dalam waktu beberapa detik. 

Dari kecil saya emang udah hobi baca. Apaaa aja dibaca. Mulai dari majalah Bobo, Hidayah, Misteri, komik Conan, Doraemon, RPUL bahkan sampe Yellow pages juga dibaca haha (emang dasar kurang kerjaan). Menginjak SMP saya suka baca majalah Annida dan iseng-iseng ikutan kuisnya. Dulu kalau mau ikutan kuis jawaban dikirim via kartu pos. Alhamdulillah waktu itu saya menang kuis berhadiah buku. Sejak saat itulah saya jatuh cinta dengan kartu pos :* :* (lebay)

Postcard bagian depan
Kartu pos pertama yang saya terima itu dari Taranaki New Zealand dikirim tanggal 9 April 2014. Sedikit lebih panjang dari kartu pos pada umumnya. Gambarnya pemandangan di pantai Taranaki yang berada di Selandia bagian Utara. Letak pantainya cukup jauh sih dari tempat tinggal Anna (si pengirim) soalnya dia tinggal di Selandia bagian Selatan. Menurut Anna ini pertama kalinya dia ngirim kartu pos ke Indonesia. Di sana dia juga punya beberapa temen yang ngajarin dia bahasa Indonesia yang katanya mirip-mirip sama bahasa Malaysia (dia juga punya temen orang Malaysia). Oh ya kartu posnya ditempeli dengan 3 perangko. 1 perangko Hobbits 70 c, 1 perangko Women's Land Service 70c, dan 1 perangko pemandangan Lake Coleridge :)

Pokoknya sensasi ketika pak pos nganterin kartu pos ke rumah itu rasanya nggak bisa dibayangin dengan kata-kata deh hehe. Emang sih pas ngirim kartu pos juga seringkali saya diliputi perasaan was-was apa kartu posnya nyampe atau nggak takutnya hilang atau malah nyasar di jalan hehe.

Postcard bagian belakang
Melalui kartu pos saya jadi bisa "keliling dunia" melihat keunikan dan keragaman budaya dan bahasa di belahan dunia lain. Seringnya sih "terbang" ke Jerman, Rusia sama Taiwan soalnya di sana paling banyak postcrossernya. Belanda, Polandia, Finlandia, Lithuania, Amerika, Belarusia, Singapura adalah beberapa negara yang pernah (kartu pos) saya "singgahi" hehe. Yah kalau sekarang baru kartu posnya aja yang keliling dunia mudah-mudahan suatu hari nanti bukan hanya kartu posnya aja yang keliling dunia tapi pengirimnya juga. Aamiin.

Segitu dulu ya cerita mengenai kartu pos lain kali saya posting lagi cerita lainnya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Resep yang Sering Keluar di UPK

Sepucuk Surat Cinta Untuk Sang Guru