Pos

Menampilkan pos dari Juli, 2012

Jalan Menuju Syurga

Gambar
Ada kisah menarik tentang semangat dakwah, yang disampaikan oleh DR. Muhammad Ratib an-Nabulsy saat khutbah Jum'at tertanggal 2 Juli 2010. Sebuah kisah inspiratif terjadi di Amsterdam yang sangat menarik untuk disimak.
"Menjadi kebiasaan di hari Jum'at seorang Imam masjid dan anaknya yang berumur 11 tahun membagikan brosur di jalan-jalan dan keramaian, sebuah brosur dakwah yang berjudul "Thariiqun ilal jannah" (Jalan Menuju Syurga).
Ketika itu suasana diluar sangat dingin disertai dengan rintik-rintik hujan yang membuat orang malas untuk bepergian keluar. Si anak telah siap memakai pakaian tebal dan jas hujan untuk menghalau dinginnya udara lalu berkata kepada sang ayah, "Saya sudah siap, Ayah "
"Siap untuk apa Nak?"
"Ayah, bukankah ini waktunya kita menyebarkan brosur 'Jalan Menuju Syurga'?"
"Udara diluar sangat dingin nak"
"Tapi Ayah meskipun udara sangat dingin, tetap saja ada orang yang berjalan me…

Sepucuk Surat Cinta Untuk Sang Guru

Gambar
Dengan segenap cinta kupersembahkan surat ini untuk semua guruku . . . Waktu yang memperkenankan kita semua bertemu dan waktu pula yang kelak cepat atau lambat memisahkan kita. Dalam dunia semua tak ada yang abadi begitu juga dengan hidup. Hanya Dia-lah Sang Pencipta kita yang Maha Kekal.
Hidup bagaikan roda yang terus berputar . Bila ada awal pasti ada akhir. Jika ada pertemuan sudah sunnatullah-Nya pula ada perpisahan karena akhir sebuah kisah adalah awal sebuah kisah yang lain. Dan kini kita hampir berada di titik akhir dari sebuah pertemuan. Perpisahan.
Melalui goresan pena ini saya pribadi mewakili segenap perasaan murid-murid ingin mengungkapkan sebuah rasa *eh banyak rasa ding hehe yang mungkin tidak mampu kami utarakan secara langsung.
Cinta, keikhlasan & maaf Cinta, terima kasih telah mengajari kami dengan sepenuh hati dan segenap cinta Keikhlasan, terima kasih telah mengorbankan & merelakan banyak hal serta mengajari kami keikhlasan Maaf, untuk semua kesalahan…

Oh Asisten Apoteker . . .

Gambar
Tanggal 5 Juni kemarin kami para siswa/i dari beberapa SMK Farmasi di Kota dan Kabupaten Bandung melaksanakan proses pengambilan sumpah keprofesian dan pelantikan asisten apoteker di Gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung. Seneng, bahagia, sedih, feeling guilty, bangga, tegang, deg-degan, lega wah pokoknya campur aduk bangetlah. Senengnya ya Alhamdulillah setelah melewati proses yang panjang & melelahkan (baca : perjuangan UPK) yang subhanallah sesuatu banget akhirnya kami dilantik juga. Kalau sedihnya ya inget aja dulu kan yang menyarankan saya masuk sekolah farmasi ibu saya. Dulu beliau ingin sekali punya anak yang terjun di bidang kesehatan supaya bisa nolongin orang katanya. Sekarang ketika saya lulus beliau tak ada di samping saya. Sedih sekali rasanya ketika kita berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi namun saat menuai hasilnya kita tak dapat menikmatinya bersama mereka. Saya membayangkan seandainya beliau masih hidup kira-kira apa yang akan belia…