Apa Kabar Khilafah?


Khilafah
http://munajat-islami.heck.in/
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kemarin pas mau berangkat kuliah, dari dalam angkot kulihat di depan Gedung Sate berbaris dengan gagah beberapa pemuda sambil merentangkan bendera bertuliskan “Tegakkan Khilafah” sedang berorasi meneriakkan seputar “Khilafah” “Menegakkan Khilafah” “Menegakkan Syariah” dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan mereka berteriak “TEGAKKAN KHILAFAH !” “TEGAKKAN SYARIAH!”.
Nggak ada yang salah emang dengan ide seputar “Menyuarakan Khilafah”. Aku yakin sebenarnya tujuan mereka mulia. Mereka ingin agar-agar umat Islam bersatu dalam naungan Khilafah. Sama seperti mereka aku pun juga merindukan hidup damai dalam satu payung hukum bernama Khilafah. Mungkin juga umat sudah lelah berpecah-belah hanya gara-gara beda firqah, beda mazhab fiqh dsb.
Ah siapa sih yang tidak merindukan bangkitnya kekhilafahan Islam? Disadari atau tidak aku yakin sebenarnya umat Islam sangat merindukan adanya ketenangan dan kedamaian dibawah aturan Islam. Umat sudah kenyang dibuai-buai janji palsu para penguasa. Umat sudah bosan disuguhi ‘dagelan politik’ yang dilakoni pemerintah. Setiap hari semakin aneh saja kelakuan para petinggi-petinggi yang haus akan kekuasaan di negeri ini.
Aku jadi teringat akan hadits Rasul
“Masa kenabian itu adanya ditengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam”.
[HR. Ahmad dan Baihaqi dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah]
Masa kenabian adalah masa pemerintahan dimana Rasulullah sebagai pemimpin menegakkan aturan Islam secara keseluruhan dan berkuasa penuh di dalam wilayahnya (negaranya).
Masa Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah adalah masa sepeninggal Rasulullah dan aturan yang berlaku adalah aturan Islam sepenuhnya. Masa ini ditandai dengan kemimpinan para sahabat yaitu Khulafaur Rasyidin.
Masa pemerintahan selanjutnya dikuasai oleh pemerintah-pemerintah yang mewariskan tahtanya pada keturunannya sendiri (monarki) meskipun mereka masih menerapkan aturan-aturan Islam. Misalnya seperti masa pemerintahan: Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Bani Utsmaniyyah dll.
Masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan) adalah masa dimana yang berkuasa adalah pemimpin yang zhalim yang enggan menerapkan syariat Islam. Justru sebaliknya mereka malah membuat-buat aturan sendiri yang menyimpang dari Quran dan sunnah.
Di akhir zaman, kekhilafahan Islam akan bangkit kembali. Seluruh dunia akan diatur oleh hukum dan syariat Islam secara menyeluruh. Masa inilah masa kejayaan Islam. Masa inilah masa kebangkitan umat Islam. Masa inilah yang ditunggu-tunggu oleh pengemban misi risalah. Masa kemenangan Islam.
Kemenangan atas umat Islam memang sudah digariskan. Namun apakah kita akan berdiam diri? Menunggu tiba masanya Khilafah itu tegak dengan sendirinya? Khilafah memang akan bangkit kembali namun apakah kita hanya menunggu dan menonton saja? Atau justru kita berpeluh-peluh mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, harta bahkan nyawa dan ambil bagian sebagai pencetak sejarah?
Tegaknya kekhilafahan Islam adalah sebuah karunia dari Allah. Tugas kita bukan merealisasikan negara-negara atau pemerintahan yang berasaskan hukum Islam. Sebab hakikatnya kemenangan adalah karunia Allah. Tugas kita adalah berjuang dan berusaha untuk menegakkan aturan Islam. Mudah-mudahan dengan usaha dan perjuangan yang kita lakukan Allah mengaruniakan kita sebuah kemenangan. Ya jika belum mencapai kemenangan secara Futuh minimal kemenangan secara pribadi (Falah) sudah kita raih. Aamiin.

“Ya Allah saksikanlah perjuangan kami. Saksikanlah kami hanya berjuang untuk-Mu”


Komentar

Pos populer dari blog ini

Jurnal Resep yang Sering Keluar di UPK

Resep yang sering keluar di UPK