Belajar Memulai

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Udah lama nggak nulis jadi serasa otak beku, pikiran buntu, tangan kaku, lidah kelu, ndas ngelu #halah
Mbuh piye carane aku pokoke kudu nulis. Lha wong sesuk deadline. Ahhh kok buntu ngene tho. Aku kudu nulis essay ki. Bener ya pisau setajam apapun kalau nggak pernah dipake apalagi diasah ya bakalan tumpul. Sama kayak otak kita kalau nggak pernah dilatih untuk berpikir yo ngene ki --"
Yo pancen bener belati landepo koyo opo apan ra tau dienggo yo tumpul *haghag

*oke lupakan saja paragraf di atas

Hari ini saya bertekad untuk mulai ngeblog secara rutin. Paling tidak dalam sehari ada tulisan yang diposting. Setelah vacum cukup lama dari dunia blogging rasanya kok agak sulit ya untuk menuangkan ide-ide yang bertebaran di kepala dan meramunya menjadi kata-kata yang indah *duileh
Oke saya akui I'm such a bad blogger. Meskipun saya jarang (baca : males) posting tapi jauh dari lubuk hati saya yang paling dalam saya tetap memiliki keinginan untuk berbagi. Hanya saja mentransformasikan ide-ide yang ada di kepala, pengalaman atau apapun yang ingin dibagi menjadi bentuk tulisan itu bukanlah perkara yang mudah (lagi mandeg ceritanya)
Mungkin ini yang namanya Writer's Block. Kebuntuan dalam menulis ya kira-kira seperti itulah definisi singkatnya. Stagnan. Kemandegan dalam menulis. Whatever.
Ketidak konsistenan dan kurangnya disiplin dalam menulis mungkin menjadi faktor utama penyebab Writer's Block. Dari Writer's Block syndrome ini saya belajar bahwa untuk menjadi penulis atau apapun yang kalian inginkan konsisten, disiplin dan endurance adalah kuncinya *aha

Ya akhirnya saya harus (kembali) belajar untuk memulai. Memulai untuk menulis, memulai untuk menata niat, memulai untuk memburu ide-ide lalu mengikatnya ke dalam bentuk tulisan, memulai untuk mengorganisasi pikiran, memulai untuk disiplin dalam menulis, memulai untuk konsisten dengan apa yang sudah saya mulai, memulai untuk setia dengan proses, memulai untuk menerima hasil apapun ketika berproses, memulai mencintai apa yang sudah saya lalukan, memulai mencintai dunia menulis , memulai untuk mencintaimu *eh daaaan memulai-memulai lainnya (tambahin sendiri yaa)

Orang bilang memulai adalah hal yang sulit. Memulai memang tidak mudah tapi bukankah perjalanan 1000 langkah pun dimulai dari langkah pertama? Bukankah perubahan besar diawali dengan langkah kecil? Kita enggan memulai sebab takut menemui kegagalan, hasil tidak sesuai harapan dsb. Kita terlalu khawatir menatap masa depan sehingga seringkali kita 'mendikte' Allah dengan rencana kita. Padahal boleh jadi rencana Allah lebih indah untuk kita. Bukankah Dia yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya? Padahal "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia mata buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu mengetahui" (QS. Al-Baqarah :216). Terkadang kita selalu menuntut semua hal berjalan dengan sempurna. Semua harus sesuai dengan rencana kita. Jika saya melakukan ini hasilnya harus begitu dan jika saya melakukan itu hasilnya harus begini. Sempurna dalam perspektif kita tidak selalu sempurna dalam perspektif-Nya. Tapi sempurna dalam perspektif-Nya pastilah sempurna untuk kita meski seringkali kita baru memahami bentuk 'kesempurnaan-Nya' belakangan. Akhirnya saya menyadari bahwa berusaha untuk menjadi sempurna memang baik namun 'ketidaksempurnaan' akan mengajarkan kita sesuatu. Kesalahan seringkali menunjukkan kita kepada kebenaran. Kekecewaan seringkali mengantarkan kita pada kedewasaan. So menjadi 'tidak sempurna' tidak selamanya buruk kawan. Enjoy your imperfection guys !

P.S Jika ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya saya baru memulai untuk belajar  dan belajar untuk memulai ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Resep yang Sering Keluar di UPK

Sepucuk Surat Cinta Untuk Sang Guru